Labura (BreakingIndonesiacom). Pengerasan jalan satu lokasi ada tiga titik, Rabu (8/1/2025), saat awak media melintas, menuju kebun masyarakat disekitaran pukul 02:00 wib,siang hari, melihat pengerasan jalan di dusun satu terlihat pengerjaan pengerasan jalan terlihat asal jadi,dan diduga pengerjaan tersebut adanya keanehan dan juga diduga adanya pengambilan keuntung pribadi dari pengerjaan asal jadi tersebut. Anak kades sebagai pekerja di kantor desa Siamporik, bernama Angga Mahesa Siagian, pernah berjanji kepada awak media,pada hari minggu bisa bertemu dengan awak media untuk menjelaskan masalah pengerjaan pengerasan jalan tersebut,” Nanti hari minggu kita berjumpa,”Angga. Sampai sekarang Angga Mahesa Siagian belum juga dapat ditemui oleh awak media. Seorang pekerja kantor sedang berbohong terhadap awak media , padahal sempat berkata dan berjanji,”Sore nanti kita berjumpa dan agar bisa dijelaskan masalah pengerjaan pengerasan jalan itu,”ungkap Angga. Pembicaraan ini melalui via seluler pada hari Rabu (8/1/2025) . Dan hari Kamis (9/1/2025) pihak anggota Angga Mahesa meminta agar bisa berjumpa di hari minggu saja,”Kita jumpa hari minggu saja,”ucap Anggota Angga Mahesa melalui via seluler. Awak media merasa diperlakukan adanya kebohongan dan bahasa yang berbelit -belit saat ingin bertemu melalui via seluler. Mengutip informasi nara sumber dari warga sekitar, yang pada saat itu di wawancarai, seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, beliau yang sedang hendak bekerja dikebun sendiri untuk melakukan penyemprotan rumput, “Pengerjaan pengerasan jalan mungkin dari dana desa tahun 2024, waktu itu ada papan plang nya yang dipasang,” kata Warga. Terlihat wajah sedih warga saat di tanya awak media terlihat dari raut wajahnya yang mungkin beliau juga tahu pengerjaan pengerasan jalan tersebut tidak sesuai harapan, sambil menggendong alat semprot dibelakang nya warga tersebut lalu berlanjut pergi ke kebunnya. Pekerjaan tersebut ada tiga titik pengerjaan dari titik pertama lebih kurang (80) meter pengerjaan, lanjut ke titik ke dua berjarak kurang lebih seratus meter mendapatkan pengerjaan kedua (30) meter pengerjaan, lanjut ke titik yang ketiga yang berjarak kurang lebih delapan puluh meter untuk titik ketiga (20) meter pengerjaan , pengerasan jalan tersebut artinya yang pengerjaan nya berjarak -jarak. Pengerjaan pengerasan jalan tanpa Stum Vibro Roller atau Wales yang digunakan pekerjaan jalan, pengerasan jalan dusun satu desa Siamporik kecamatan Kualu Selatan kabupaten Labura sangat memperihatinkan, warga masyarakat setempat yang menggunakan atau melintasi jalan tersebut merasa kecewa akan pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak pemborong atau pekerja yang tidak sesuai harapan, karena pengerjaan nya terlihat asal-asalan dan asal jadi saja.