Prabowo: Saya Dibilang Presiden Boneka Jokowi, Tidak Benar

Oplus_131072

Jakarta (BreakingIndonesiacom)
Kata Prabowo, seorang pemimpin yang baik mesti siap berkonsultasi dengan para pendahulunya yang sukses.

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin jalannya sidang kabinet bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara Jakarta, Senin (5/5/2025).

Presiden Prabowo Subianto meluapkan kegeraman atas adanya tudingan presiden boneka.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin jalannya sidang kabinet bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara Jakarta, Senin (5/5/2025).

Prabowo menyatakan pemerintah telah menghasilkan kebijakan pro rakyat meski baru berjalan selama enam bulan, dan itu merupakan hasil kerja keras anak buahnya di jajaran Kabinet Merah Putih.

“Saya dibilang apa itu, presiden boneka. Saya dikendalikan oleh Pak Jokowi, ya kan. Seolah-olah tiap malam Pak Jokowi telepon saya,” tutur Prabowo di hadapan jajarannya.

Dia menegaskan, seorang pemimpin yang baik mesti siap berkonsultasi dengan para pendahulunya yang sukses.

Sebab itu, kata Prabowo, komunikasi dengan presiden sebelumnya menjadi wajar untuk dilakukan.

“Saya katakan itu tidak benar (presiden boneka). Bahwa kita konsultasi, ya, itu seorang pemimpin yang bijak. Ya konsultasi, minta pendapat, minta saran.

Beliau 10 tahun berkuasa, saya menghadap beliau enggak ada masalah. Saya menghadap Pak SBY, enggak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega tidak ada masalah,” jelas dia.

Bahkan, Prabowo sempat berguyon keinginannya untuk berkonsultasi dengan para pemimpin yang telah meninggal dunia. Hal itu demi menunjukkan pentingnya meminta nasihat dan saran dari sosok sukses.

“Kalau bisa menghadap Gus Dur, enggak bisa. Menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno. Lho minta pandangan, minta saran,” Prabowo Subianto menandaskan.

Keakraban keduanya tampak saat pertemuan mereka membahas Matahari Kembar ,
Jokowi Jawab Soal Isu Matahari Kembar: Hanya Ada Satu, Prabowo Subianto
Momen Akrab Prabowo dan Jokowi di Puncak Perayaan Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (kiri), yang juga Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo saling menyapa di atas panggung pada puncak perayaan ulang tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi menjawab isu adanya matahari kembar, yang dimaknai sebagai dua kekuatan penguasa, yakni Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

“Kan sudah saya sampaikan bolak balik, tidak ada matahari kembar,” tutur Jokowi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).

“Matahari hanya satu, yaitu Presiden Prabowo Subianto,” sambungnya.

Sebelumnya, beberapa menteri mendatangi Jokowi di antaranya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Selasa, (8/4/2025). Selang satu hari, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan juga menemui Jokowi.

Kemudian giliran Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangi Jokowi.

“Yang pertama tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani, saat dikonfirmasi, Jumat (11/4/2025).

Meski begitu, Mardani menilai, Prabowo tidak akan tersinggung jika para menterinya bertemu dengan Jokowi.

“Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya, dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi,” ujar Mardani.

Namun, dia kembali menegaskan, jangan sampai ada matahari kembar. Sebab, satu matahari saja dalam keadaan berat.

“Yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua gitu,” kata Mardani.
(Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/