LABURA,Pulo Gombut (BreakingIndonesia.com) Sungguh Miris, Oknum Guru SD Negeri 118194 Pulo Gombut (Romika Julianci Tindaon), Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara Berkata Bohong dan Berkata Arogan Saat Tim Awak Media Konfirmasi (Kamis, 31/07/2025).
Media massa memiliki fungsi pengawasan sebagai pilar keempat demokrasi. Dalam peranannya, media bertugas mengontrol kinerja pejabat publik di ranah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Salah satu tugas utama insan pers adalah mengungkap fakta dan menyuarakan kepentingan publik.
Berawal dari tim awak media dapat informasi dari Nara sumber mengatakan di SD Negeri 118194 ada guru baru bernama Romika Julianci Tindaon status Honor Daerah TK II Kab/Kota yang sudah sertifikasi.
Yang menjadi pertanyaan mengapa dana sertifikasi guru tersebut bisa cair ?, dimana di SD tersebut tenaga pendidiknya sebagai guru kelas sudah terpenuhi.
Berdasarkan informasi dari Nara sumber awak media mencoba mengkonfirmasi guru tersebut melalui pesan Whatapp.
Percakapan terjadi dan awak media minta jumpa langsung agar konfirmasi biar jelas dan berimbang, lalu guru tersebut setuju dan berjumpa di kantin belakang Dinas Pendidikan Labuhanbatu Utara.
Pertemuan berlangsung antara Romika Julianci Tindaon dengan tim awak media (Mitratv dan Ameranews) Kamis, 31/07/2025 sekitar pukul 14 wib.
Awak media mencoba mempertanyakan apakah Romika Julianci Tindaon benar mengajar di SDN 118191 Pulo Gombut ?, beliau menjawab “benar”, lalu awak media bertanya kembali ibu mengajar kelas berapa ?, beliau menjawab “kelas 1”.
lalu awak media bertanya, bukankah kelas 1 di pegang oleh guru PNS yang bernama Roma Silaen, apa dasarnya Guru Honor daerah bisa menyingkirkan Guru PNS, Romika tersentak terkejut, terlihat bingung dan diam sesaat lalu berkelip dan berubah mengatakan dia mengajar dikelas 2.
Selanjutnya, awak media mengatakan guru kelas 2 kan sudah ada, tahun yang lalu dipegang oleh guru honor komite an. Dewi Juniarti Lubis. Romika menjawab “Dewi sudah dipindahkan menjadi guru SBK.
Dan, Karena saya guru honda dan sudah sertifikasi, “jadi saya yang lebih tinggi jabatannya jadi saya yang berhak memegang kelas ujar Romika dengan nada keras dan lantang”.
Kemudian awak media mengatakan berarti kehadiran ibu dengan mengandalkan SK Honda bisa sesuka-suka menyingkirkan guru yang sudah lama mengabdi di SD tersebut dengan status honor komite ya, lalu Romika menjawab itu yang dikatakan Pak Marapinpin sama saya saat menerima Nota Dinas Penempatan.
Mendengarkan pernyataan Romika awak media merasa penasaran dan mengajak Romika menghadap Sekretaris Dinas Pendidikan Labura (Marapinpin Hasibuan) untuk mendengar langsung apa memang benar ucapan Romika tersebut.
Sampai dilantai 2 awak media bertanya sama piket mengatakan Pak Sekretaris ada, lalu piket mengatakan Pak Sekretaris rapat di DPRD pak. Lalu Awak media dan Romika duduk di sopa ruang tunggu.
Sambil duduk santai tim media bertanya kepada Romika ibu sudah berapa lama mengajar di SD Pulo Gombut ?, Romika menjawab “sejak bulan Januari tahun 2025”.
Dan, awak media kembali bertanya, sebelumnya ibu mengajar dimana ?, jawab Romika “SD Swasta Santa Yosep Aek Kanopan”.
Karena awak media terus bertanyak, Romika memotong pembicaraan dan mengatakan kalau dia ada pelajar les lagi lalu beranjak turun dan keluar.
Dari hasil konfirmasi tersebut jelas Romika berkata bohong dan seolah-olah ada rahasia yang disembunyikannya kepada awak media.
Selanjutnya, Romika Julianci Tindaon terlihat berbelit-belit mengatakan awalnya mengajar Kelas 1 (satu) lalu berkelip menjadi kelas 2 (dua).
Berdasarkan pernyataan Romika Julianici mengajar kelas 1 (satu), berarti menggeser Roma Silaen (PNS).
Kemudian perkataannya yang terakhir mengatakan dia (Romika Julianci Tindaon_red) mengajar kelas 2 (dua), faktanya tidak benar.
Adapun Guru Kelas 2 (dua) diemban oleh guru bernama Mestriani guru honor komite yang telah lulus PPPK tahun 2024 Tahap 2.
Perkataan berbohong yang sama juga diucapkan Romika kalau dia sebelumnya mengajar di SD Swasta Katolik Santa Yosep Aek Kanopan.
faktanya beliau mengajar di SD Sultan Hasanuddin Aek Kanopan berdasarkan konfirmasi langsung dengan salah seorang guru sekolah .
Selanjutnya awak media akan terus menggali informasi dan akan tindaklanjuti investigasi ke SD Negeri 118194 Pulo Gombut.
Dan, berdasarkan berbelit-belit dan berkata bohong oknum guru tersebut (Romika Julianci Tindaon_red) seakan ada rahasia yang ditutup tutupi.
(sofyan Zuhri)












