MOGE Motor Harley Davidson Diduga Banyak Tidak di Lengkapi Surat

Dugaan motor gede Harley Davidson yang ada di Indonesia tidak dilengkapi surat

BreakingIndonesia.com – Maraknya penggunaan motor gede (moge) jenis Harley Davidson di wilayah Indonesia kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, sejumlah informasi menyebutkan bahwa hampir 90 persen moge yang beredar tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan yang sah.

Ironisnya, aparat kepolisian dinilai tidak pernah melakukan razia khusus terhadap para pemilik moge tersebut.

Situasi ini sangat kontras dengan perlakuan terhadap masyarakat kecil pengguna sepeda motor biasa yang kerap dihentikan, diperiksa, bahkan dikejar di jalanan hanya karena kelengkapan surat kendaraan.

“Kalau motor kami yang murah-murah ini, baru telat pajak atau lupa bawa STNK saja sudah langsung ditilang.

Tapi motor gede yang harganya ratusan juta bahkan miliaran rupiah tidak pernah disentuh. Di mana keadilannya?” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan Ada Oknum Pejabat negara Ikut Memiliki Moge dan bahkan menjadi salah satu ketua motor mahal tersebut.

Kecurigaan publik semakin menguat lantaran sejumlah pemilik moge yang tergabung dalam klub-klub Harley Davidson di Indonesia diduga juga melibatkan oknum instansi tertentu sebagai anggota.

Hal inilah yang menimbulkan kesan bahwa pihak berwenang seolah “tutup mata” atau bahkan takut menindak para pemilik moge yang sebagian besar disebut-sebut berasal dari kalangan pengusaha tambang dan konglomerat lokal.

“Banyak pemilik moge sendiri yang mengakui surat kendaraannya bodong. Mereka juga kadang merasa was-was kalau ada pemeriksaan, tapi toh kenyataannya razia khusus moge tidak pernah ada,” ungkap seorang sumber saat acara ulang tahun salah satu klub Harley Davidson hampir di seluruh Indonesia.

Seruan Warga untuk Tindakan Tegas

Masyarakat berharap dari Kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan razia terhadap moge tanpa pandang bulu.

Jika tidak, maka citra kepolisian dikhawatirkan akan semakin jatuh di mata masyarakat karena dianggap hanya berani menindak orang kecil, namun ciut menghadapi para pemilik moge berduit.

“Jangan sampai ada kesan hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Polisi harus membuktikan bahwa mereka benar-benar menjalankan tugasnya secara adil dan tidak tebang pilih,” tegas seorang warga .

Ujian Keadilan untuk Aparat

Dengan semakin menjamurnya moge di Indonesia, langkah tegas aparat akan menjadi ujian serius terhadap komitmen Polri dalam menegakkan hukum yang berkeadilan.

Masyarakat kini menanti, apakah kepolisian berani melakukan penindakan nyata, atau justru tetap membiarkan ketidakadilan ini berlangsung demi menjaga kenyamanan segelintir orang kaya dan berkuasa.

(Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/