Polairud Polres Pelabuhan Makasar Bersama Tim Basarnas Berhasil Menyelamatkan Nyawa Keenam Korban Laka Laut

Enam korban nyaris tenggelam, Polres Pelabuhan Makasar Bersama tim Basarnas bak superhero menyelamatkan korban. Enam korban nyaris tenggelam, berhasil dievakuasi oleh Polres Pelabuhan Makasar dan tim Basarnas. Polres pelabuhan Makassar dan tim Basarnas berhasil mengevakuasi ke enam korban kecelakaan laut yang terjadi di Dermaga Pelabuhan Kawasan Paotere pada Rabu (25/12/2024). Keenam korban tersebut diduga sedang melaksanakan aktifitas laut atau memancing disekitaran perairan Laut Dermaga Pelabuhan Kawasan Paotere, namun nasip sial yang menimpa keenam korban tersebut, ketika Kapolsek Paotere IPDA.M.Farly SH, didampingi Kasat Polairud AKP Rusly dan juga tim Basarnas yang beroperasi diwilayah perairan itu menerima laporan warga dengan adanya kecelakaan laut diwilayah tersebut. Ia pun mengungkap sedikitnya ada enam orang korban kecelakaan laut tersebut serta alamat lengkap para korban :1. Kapriandi (33), jalan Barukang, 2. Sofyan (25), jalan Sabutung Timur, 3. Hasheri (26), jalan Sabutung Timur,4. Lubis Majid (41), jalan Sabutung Timur, 5. Rudi (40), jalan Pannampu, 6. Ismail (30), jalan Barukang Ir 3. Personil Polres pelabuhan Makassar pun melakukan pencarian dan menyisir sekitaran tempat kejadian perkara (TKP) , beruntung keenam korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Tampak diwajah para korban terlihat rasa trauma yang mendalam dengan insiden ini, dimana perahu yang ia tumpangi mengalami kecelakaan (terbalik). Terlihat juga para korban sangat berterimakasih kepada personil polres pelabuhan Makassar yang cepat bergerak menyelamatkan nyawa mereka. Kapolres Pelabuhan Makasar AKBP Restu Wijayanto S.I.K, juga selalu menekankan kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan aktifitas agar tetap utamakan keselamatan dalam cuaca ekstrim ini dibeberapa bulan yang lalu. AKBP Restu Wijayanto, bahkan hampir disetiap minggunya memberikan arahan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keselamatan bekerja khususnya aktifitas laut. Dari insiden kecelakaan laut ini kita menjadikan pelajaran untuk mengutamakan keselamatan bekerja, baik di daratan maupun lautan,” ungkap Restu Wijayanto. (Arifin).












