Sibolga (BreakingIndonesia.com) Puluhan relawan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sibolga, Sumatera Utara, memprotes keterlambatan pembayaran gaji.
Mereka melakukan aksi protes di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sabtu (17/10/2026).
Aksi protes berlangsung di Dapur SPPG Kecamatan Sibolga Utara, Jalan Ketapang Nomor 2, Kelurahan Sibolga Ilir, sekitar pukul 10.00 WIB.
Para relawan membawa sejumlah poster untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Kepala SPPG, Mutiara Verawati Lubis, mengatakan keterlambatan pembayaran gaji terjadi karena dana operasional belum turun dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Mutiara mengaku belum mengetahui penyebab keterlambatan pencairan dana tersebut.
Padahal, pihaknya telah mengajukan proposal kebutuhan anggaran operasional SPPG.
Menanggapi protes para relawan, pihak Yayasan Arsha Imani Mandiri mengambil langkah dengan menalangi pembayaran gaji 47 relawan dapur MBG tersebut.
Pembina SPPG Mitra Yayasan Arsha Imani Mandiri, Mukhlis Benny Putra, mengatakan keterlambatan pembayaran gaji tersebut terjadi karena dana operasional SPPG belum turun dari BGN.
“Relawan menuntut gajinya, tetapi belum dibayarkan dari pusat (BGN). Jadi, saya terpaksa menalangi gaji mereka.
Sebenarnya, menalangi gaji tidak bisa dilakukan karena ada regulasinya,” kata Mukhlis.
Ia mengaku terpaksa mengambil langkah tersebut demi memenuhi hak para relawan dan menjaga nama baik SPPG.
Masalah gaji sudah saya talangi duluan, agar nama SPPG tidak tercoreng akibat ulah oknum yg tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Mukhlis menyebut operasional SPPG tersebut sempat terhenti selama sepekan akibat tertundanya pembayaran dari BGN pusat.
Kepastian pembayaran dari pihak yayasan membuat para relawan merasa tenang.
Mereka pun menyampaikan terima kasih atas langkah yayasan yang bersedia menalangi gaji mereka.
(Timred)












