SIMALUNGUN BreakingIndonesia.com) Tengah hujan gerimis membasahi Jalan Asahan, tapi tidak menyurutkan semangat tim Polsek Bangun untuk melindungi masyarakat.27 Januari 2026 Pukul 17.20 wib.
Mereka melesat ke lokasi setelah menerima aduan melalui Call Center 110 tentang dugaan begal. RWS (40 tahun), warga Tanjung Balai, yang sedang mengendarai Honda Agya merah BK 1XXX AEB, dikejar orang tak dikenal hingga berlindung di Koramil.
“Terima kasih banyak, Pak Polisi! Saya telepon 110, langsung datang. Saya kira tidak akan ada yang menolong!” ucap RWS sambil berjabat tangan erat dengan tim Polsek Bangun yang datang menyelamatkannya.
Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menjelaskan bagaimana tim Polsek Bangun merespons cepat aduan masyarakat.
“Selasa sore pukul 17.20 WIB, kami terima laporan melalui Call Center 110 Command Center Polres Simalungun dari RWS, warga Tanjung Balai, tentang dugaan perampasan atau begal terhadap mobil yang dia kendarai.
Kami langsung kirim tim piket untuk menolong,” ujar Kapolsek Hengky.
Menurutnya, kecepatan respons adalah kunci untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar.
“Kami tidak buang waktu. Begitu terima laporan, tim langsung berangkat. AIPTU Wibowo AP, AIPTU A. Ginting, AIPDA R. Simanungkalit, dan AIPDA Indo Siahaan langsung meluncur ke lokasi di Jalan Asahan depan Koramil 08, Nagori Pematang Asilom, Kecamatan Gunung Malela. Meski hujan gerimis, mereka tetap jalan,” ungkapnya.
Setibanya di lokasi, tim menemukan RWS yang sudah berada di Kantor Koramil 08 Model dalam keadaan ketakutan tapi aman.
“Pelapor sudah ada di Koramil, ketakutan tapi selamat. Dia sangat lega melihat kami datang. Dia langsung ceritakan kronologi kejadian dengan nada yang masih gemetar,” ujar Kapolsek Hengky.
RWS menceritakan bahwa saat sedang mengendarai mobilnya di Jalan Medan-Kota Pematang Siantar, tiba-tiba distop oleh orang-orang yang diduga debt collector atau mata elang.(Timred)












