Labuanbatu Selatan (BreakingIndonesia.com) Bupati Fery Tutup Forum RKPD 2027 dengan Nada Tegas:Tak Ada Ruang Program Asal Jalan,Pembangunan Harus Berdampak Nyata.
Di tengah tekanan fiskal dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap percepatan pembangunan,Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengirim pesan keras kepada seluruh perangkat daerah: tidak boleh ada lagi perencanaan tanpa arah dan tanpa hasil nyata.
Dengan nada tegas dan penuh penekanan, Bupati Labuhanbatu Selatan,Fery Sahputra Simatupang,S.H secara resmi menutup Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027,Jumat (20/2/2027),di Aula Bappedalitbang,Kompleks Perkantoran Bupati Labusel.
Penutupan forum ini bukan sekadar agenda administratif.Ia menjadi garis tegas bahwa pembangunan 2027 harus berjalan dengan kompas yang jelas,sinergi yang kuat,serta keberpihakan konkret kepada kebutuhan rakyat.
Forum Perangkat Daerah merupakan tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
Regulasi tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah harus disusun secara sistematis,terukur,partisipatif dan berkelanjutan-bukan sporadis atau sekadar memenuhi kewajiban administratif.
Hadir dalam forum tersebut Sekretaris Daerah Labusel M.Reza Pahlevi Nasution,para Asisten dan Staf Ahli Bupati,pimpinan OPD,para camat,serta unsur undangan lainnya.Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan pentingnya keselarasan kebijakan sebelum memasuki tahun anggaran 2027.

Dalam sambutannya,Bupati Fery menegaskan bahwa Forum Perangkat Daerah bukan rutinitas tahunan yang bisa dijalani sekadarnya.
“Tahapan ini bertujuan menghasilkan Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2027 sebagai bahan utama penyusunan RKPD Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2027.
Karena itu,seluruh OPD harus memaknainya secara serius dan bertanggung jawab,”tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perencanaan harus dimulai berjenjang dari desa dan kecamatan,agar kebijakan benar-benar lahir dari kebutuhan riil masyarakat,bukan asumsi birokrasi.
Penegasan ini sekaligus menjadi alarm agar tidak ada lagi pola copy–paste program yang miskin inovasi dan minim dampak.
Pada kesempatan itu,Bupati Fery juga mengumumkan tema besar RKPD 2027 yang berfokus pada transformasi ekonomi inklusif dan pengembangan destinasi pariwisata berdaya saing.
Transformasi ekonomi yang dimaksud tidak sebatas pertumbuhan angka statistik,tetapi menyasar penciptaan lapangan kerja,penguatan UMKM,hilirisasi potensi daerah,serta optimalisasi sektor unggulan.
Sementara sektor pariwisata diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru,mengingat besarnya potensi alam dan budaya yang dimiliki Labuhanbatu Selatan.
“Tema ini bukan sekadar rangkaian kata. Ini komitmen bersama agar setiap langkah pembangunan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,”ujar Fery.
Bupati Fery menegaskan empat hal utama kepada seluruh OPD:Program harus berbasis kebutuhan masyarakat dan karakteristik daerah.
Anggaran harus disiplin dan selaras dengan prioritas daerah,provinsi dan nasional.Indikator kinerja wajib jelas dan terukur.
Setiap program harus memiliki target konkret guna memastikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Dengan penegasan tersebut,Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menegaskan komitmen bahwa RKPD 2027 bukan sekadar dokumen,melainkan arah perjuangan pembangunan yang harus dijalankan secara kolektif,disiplin dan berorientasi hasil.
(Jhon)












