MEDAN (BreakingIndonesia.com) Viral di Medan sebuah video memperlihatkan pasangan suami istri menangis dan bersujud di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara sambil memohon bantuan kepada Gubernur Bobby Nasution untuk biaya pengobatan anak mereka yang menjadi korban penikaman.
Keluarga tersebut mengaku tidak sanggup menanggung biaya perawatan yang mencapai ratusan juta rupiah hingga harus menggadaikan rumah.
Anak mereka sebelumnya mendapatkan penanganan darurat di RS Pertamina Pangkalan Brandan sebelum dirujuk ke RS Mitra Medika Premiere Medan karena membutuhkan penanganan spesialis bedah toraks kardiovaskular.
Rumah sakit yang dipilih keluarga tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya menjadi tanggungan pasien.
Menanggapi kasus tersebut, Dinas Kesehatan Sumut turun tangan dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit untuk meringankan beban keluarga.
Total tagihan yang semula sekitar Rp147 juta berhasil dikurangi menjadi Rp129,574 juta. Setelah keluarga menyetor Rp45 juta, sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta.
Rumah sakit juga memberikan tenggat waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026, sementara Pemprov Sumut terus berupaya mencari solusi agar biaya pengobatan dapat semakin berkurang.

Bobby Nasution Ungkap Penyebab Pasien Ditagih Rp147 Juta, Soroti Kesalahan Rujukan Rumah Sakit.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan polemik pasien yang ditagih biaya pengobatan hingga Rp147 juta di RS Mitra Medika Premiere bermula dari kesalahan proses rujukan.
Menurut Bobby, rumah sakit yang merujuk pasien justru mengarahkan ke fasilitas kesehatan yang tidak melayani peserta BPJS Kesehatan.
Bobby menegaskan tidak menyalahkan pihak pasien, namun mempertanyakan alasan rumah sakit perujuk mengirim pasien ke rumah sakit non-BPJS.
Ia menyebut Pemprov Sumut telah turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut dengan menanggung biaya yang menjadi beban keluarga pasien.
Selain itu, Bobby mengatakan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari rumah sakit yang melakukan rujukan karena dinilai tidak tepat.
Menurutnya, banyak rumah sakit di Medan, termasuk RS pemerintah dan swasta, yang memiliki fasilitas memadai serta melayani pasien BPJS.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video pasangan suami istri yang memohon bantuan biaya pengobatan anaknya di Kantor Gubernur Sumut viral di media sosial.
(Timred)












