JAKARTA (BreakingIndonesia.com) TNI terus melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok bersenjata TPNPB-OPM yang diduga terlibat dalam pembunuhan tiga warga asli Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto dengan mengerahkan dua helikopter tempur milik TNI Angkatan Udara.
Dalam operasi tersebut, Letjen Lucky didampingi Kepala Staf Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, Asintel Kogabwilhan III Brigjen TNI Tanjung, serta Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Sitorus.
Mereka menyisir sejumlah titik di kawasan Pegunungan Papua yang memiliki medan ekstrem dan sebagian besar tertutup hutan belantara.
Operasi Pengejaran Terus Dilanjutkan.
Letjen Lucky menegaskan bahwa Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan terus melanjutkan operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut.
Menurutnya, kelompok itu tidak hanya menjadikan warga pendatang maupun warga negara asing sebagai sasaran, tetapi juga warga asli Papua.
“Warga asli Papua juga menjadi target dan korban kekerasan kelompok tersebut,” ujar Letjen Lucky dalam keterangannya yang diterima Kabariku.com, Sabtu (25/7/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata diduga karena mereka semakin terdesak dan mulai kehilangan dukungan masyarakat.
Bahkan, menurutnya, sebagian anggota kelompok tersebut mulai tidak tahan dengan berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan kelompoknya sendiri.
Diserang Saat Evakuasi Jenazah.
Pada Jumat (24/7/2026), pasukan TNI mendapat serangan tembakan saat melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri hingga ke Kali Fis, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Kelompok tersebut diduga melarikan diri setelah mengganggu proses evakuasi tiga jenazah warga Papua yang sebelumnya menjadi korban pembunuhan di Yahukimo.
Menghadapi serangan itu, Satgas TNI mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan undang-undang, peraturan yang berlaku, serta Rules of Engagement (ROE).
“Setiap tindakan yang kami lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia,” tegas Letjen Lucky.
Dalam kontak senjata tersebut, satu anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia, sementara anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan.
TNI Sampaikan Ultimatum kepada TPNPB-OPM.
Letjen Lucky menegaskan operasi pengejaran ini menunjukkan komitmen TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Ia menyatakan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi menjadi pedoman utama TNI dalam menghadapi situasi genting.
Selain itu, Letjen Lucky menyampaikan ultimatum kepada seluruh anggota TPNPB-OPM agar segera menghentikan aksi kekerasan, menyerahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Segera hentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, serahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebelum TNI mengambil tindakan tegas,” tegas Letjen Lucky.
(Timred)












