Asahan (BreakingIndonesia.com) Kelompok Tani Pertama Gambut Jaya dari desa Rawa Sari kecamatan Aek Kuasan kabupaten Asahan provinsi Sumatera Utara mendatangi pihak Agrinas Palma Nusantara,(12/12/2025).
Beberapa warga masyarakat yang terbentuk kelompok tani secara beriringan mengendarai sepeda motor dan satu unit becak memasuki areal hamparan pertanian kebun kelapa sawit milik perusahaan PT Graha Dura Leidong Perima yang diklaim dikelola pihak Agrinas Palma Nusantara.
Iringan rombongan kurang lebih 13 orang memasuki perkebunan dan menemui pihak pengelola pertanian kelapa sawit yang berada dilokasi titik koordinat kabupaten Asahan milik PT Graha Dura Leidong Perima.
Rombongan langsung bertemu dengan pihak mandor dan karyawan Agrinas Palma Nusantara, dan coba melakukan diskusi terkait lokasi hamparan strategis kawasan hutan lindung milik kabupaten Asahan.
Pertemuan tersebut membicarakan titik lokasi kabupaten dan tapal batas dua wilayah kabupaten.
Perbincangan tersebut sempat terjadi seteru dan memanas ketika pihak Agrinas Palma Nusantara tidak dapat menunjukkan Tapal Batas Wilayah kabupaten sebenarnya.
“Saya cuma pekerja yang menerima perintah dari pimpinan,”ucap Eko Kurniawan.
“Saya tidak dapat menjawab dan menjelaskan mengenai titik lokasi dan Tapal Batas Wilayah kabupaten,”kata Eko Kurniawan.
“Ada yang lebih faham mengenai itu, yaitu pimpinan saya dari Agrinas Palma Nusantara, yaitu: Rizal Kani,” imbuh Eko Kurniawan.
Siapa itu itu Rizal Kani, tanya warga kelompok tani dari desa Rawa Sari.”Rizal Kani pimpinan saya yang mengarahkan saya bekerja dan mengatur mandor- mandor untuk melakukan operasional kerja yang diterapkan kepada karyawan atau si pekerja, pemanenan, Pelangsiran, pemuatan dan menghitung jumlah dan hasil kerja,”jelas Eko Kurniawan.
Baik, bisa saudara hubungi Rizal Kani agar beliau datang atau hadir disini di lokasi ini, supaya bisa bertemu dan dibicarakan mengenai titik koordinat lokasi serta memaparkan Tapal Batas,”ungkap warga kelompok tani.
Selang setengah jam hadir pihak atau stap yang mengaku dari Agrinas Palma Nusantara inisial, Buana dan beberapa anggota TNI.
Buana dan empat anggota TNI yang berbeda jabatan datang lalu menemui warga masyarakat desa Rawa Sari yang tergabung di kelompok tani,Tani Pertama Gambut Jaya dan melakukan dialog.
Selanjutnya, Klarifikasi untuk mendapatkan kepastian mengenai titik koordinat lokasi dan Tapal Batas Wilayah kabupaten Labuhan Batu Utara dengan Kabupaten Asahan.
Debat terjadi disaat keduanya menunjukkan alas dasar yang tidak sama dan adanya perbedaan,baik Tapal Batas Wilayah, lokasi aplikasi pengerjaan,Dasar SK Mendagri,dasar BA (Berita Acara), dan titik patok Tapal Batas yang tidak difahami atau diketahui oleh pihak Agrinas Palma Nusantara.
Masyarakat kelompok Tani saat Menunjukkan SK MENDAGRI dan memperlihatkan Subjek Hukum serta Peta Tapal Batas dua kabupaten, sementara pihak Agrinas Palma Nusantara hanya menunjukkan peta yang ada di Hp android,peta yang tidak dapat menunjukkan titik Batu Tapal Batas Wilayah.
Dari anggota TNI coba menunjukkan titik -titik Batu perbatasan ,dan saat ditanya Saudara tahu letak posisi Batu perbatasan tersebut, tidak terjawab oleh anggota TNI.
Sebelumnya pihak stap Agrinas Palma Nusantara inisial: Buana, sempat melontarkan kata-kata,”jangan ambil video kepada awak media, Ucapan tersebut dibantah oleh tim media Breaking news.
Tim media siap melakukan LP dan akan audensi PERS secara Konferensi pers kepada inisial:Buana, apabila menghalangi tugas jurnalistik yang dilarang melakukan cek ricek demi tranparansi informasi.
Tim media Breaking news terus akan melakukan pengawalan dan investigasi serta melakukan monitoring permasalahan tersebut hingga sampai terang Benderang permasalahan dan akan melakukan wawancara disetiap kegiatan.
(Suheri)












