Diduga PT Agrinas Melanggar Kewenangan, Tangkap dan Serahkan 5 Unit Sepeda Motor ke Polsek Kualu Hulu

Foto istimewa

Sumut, Sukarame Baru (BreakingIndonesia.com) Lagi PT Agrinas di Duga Melanggar Kewenangan Tangkap dan Serahkan 5 Unit Sepeda Motor milik Masyarakat Petani Desa Sukarame Ke Polsek Kualuh Hulu.

Sebanyak 5 orang petani di desa Sukarame Baru merasa kehilangan sepeda motornya saat istirahat dan hendak makan siang di lokasi perkebunan.

Peristiwa ini disampaikan ke 5 orang tersebut kepada wartawan ,Rabu (22/4) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut para petani kejadian kehilangan sepada motor yang selama ini dipergunakan untuk mengangkut BTS (Buah Tandan Sawit) milik mereka dari lahan perkebunan milik mereka yang terletak di dusun Lubuk Pinang Desa Sukarame Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara .

Dan ,pada hari itu juga Rabu (22/4) sekira pukul 13.00 WIB saat mereka hendak istirahat dan hendak makan siang.

Tetapi saat sepada motor yang telah dimodifikasi untuk mengangkut BTS tersebut di letakkan di lahan kebun, tiba-tiba ada gerombolan orang masuk ke lahan perkebunan tersebut sambil teriak keras sehingga ke 5 orang petani ini lari tunggang langgang ketakutan.

Dan selanjutnya meninggalkan lokasi lahan perkebunan sembari meninggalkan sepada motor yang telah di letakkan di lahan perkebunan tersebut.

Setelah beberapa jam kemudian ke 5 petani ini kembali ke lahan perkebunan tersebut untuk melihat dan niat untuk mengambil sepeda motor mereka sambil mau makan karena ada sebahagian diantar petani meletakkan makan siangnya di sepada motor mereka seperti biasa membawa bontot dari rumah.

Dan ternyata setelah tiba di lokasi tempat sepada motor diletakkan terlihat sepada motor telah hilang dari lokasi lahan perkebunan, hingga selama berjam-jam seluruh sekitar lokasi di telusuri untuk mencari sepada motor tersebut dan ternyata tidak ditemukan sama sekali.

Saat mereka pulang menuju rumah sambil berjalan kaki namun ada sebahagian menumpangi sepeda motor orang saat melintas di depan kantor PT Agrinas, terlihat ke 5 unit sepeda motor milik mereka telah di atas mobil truk cold diesel dan diduga pelaku penangkapan motor mereka adalah security PT Agrinas.

5 Unit Sepeda Motor diatas mobil

Pada Rabu (22/4) sekira pukul 21.00 WIB media ini menghubungi Humas PT Agrinas Henry via WHats App sembari menanya Khabar tidak ada balasan walaupun terlihat centang biru pertanda telah dibaca.

Selanjutnya pada Kamis (23/4) sekira pukul 12.00 WIB media ini mencoba kembali menghubungi Humas Agrinas untuk meminta penjelasan tentang pengamanan 5 unit motor milik petani oleh PT Agrinas pada Rabu (22/4/2026) dilokasi lahan perkebunan dusun Lubuk pinang.

Dan dijawab pada awalnya tidak ada. Namun setelah wartawan , mendesak dengan mengungkapkan bahwa hal ini serius, barulah Humas PT Agrinas menjelaskan kronologis penangkapan yang mereka lakukan hingga membawa ke 5 unit sepada motor milik petani tersebut ke Polres Labuhanbatu Rantoprapat pada Rabu(22/4/2026) usai magrib.

Dengan alasan ke 5 petani ini dituduh telah mencuri BTS di lahan perkebunan pengawasan PT Agrinas.

Dan ada 1 tersangka dan juga telah diserahkan pihak PT Agrinas ke pihak berwajib beserta dengan Barang Bukti (BB) sesuai keterangan Humas PT Agrinas.

Setelah wartawan melakukan cros cek ke Polres Labuhanbatu di Rantoprapat tidak ada sepeda motor sebanyak 5 unit dari PT Agrinas Labuhanbatu Utara diserahkan untuk di jadikan barang bukti atas tuduhan pencurian yang dilakukan 5 orang petani.

Ternyata keterangan dari Humas PT Agrinas Labuhanbatu Utara di duga omon-omon atau bohong.

Pada Kamis (23/4). menurut informasi pihak Polsek Kualuh Hulu melalui rekan media telah menerima laporan dari PT Agrinas adanya pencurian BTS yang langsung menyerahkan 5 unit Sepeda Motor beserta Barang Bukti dan saat ini masih dalam proses di Mapolsek Kualuh Hulu.

Masih dalam keterangan bahwa Ke 5 petani ini masih tetap bersikukuh dan mengaku bahwa mereka tidak melakukan pencurian BTS milik PT Agrinas, karena didalam keranjang sepeda motor tidak adak BTS ataupun sejenisnya dimasukkan karena mereka hanya bertujuan untuk istirahat usai mengerjakan ladang kebun sawit mereka.

Dan ada diantara mereka bertujuan ke lokasi ladang untuk mengarit pakan ternak lembu, sebab lokasi penangkapan sepeda motor oleh PT Agrinas sesuai pengakuan para petani.

Dan setelah di cros cek melalui GPS terlihat di dalam peta Dinas Kehutanan sesuai titik koordinat bahwa lokasi penangkapan 5 unit Sepeda motor milik petani berada di kawasan suaka alam yang seharusnya tidak dioperasikan oleh PT Agrinas sesuai dengan Peraturan yang berlaku.(M.Sihombing).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/