Event Budaya Pemersatu Masyarakat Gayo Resmi Ditutup Dengan Sukses dan Penuh Sportivitas

Foto istimewa

Aceh,GAYO LUES (BreakingIndonesia.com)
Ribuan warga dari berbagai pelosok Kabupaten Gayo Lues memadati Stadion Pacuan Kuda Buntul Nege, Blangsere, Minggu (26/10/2025), untuk menyaksikan babak final dan penutupan Even Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues 2025.

Ajang tahunan yang berlangsung sejak Selasa (21/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) ini secara resmi ditutup oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, MPd, MSi, dengan suasana meriah dan penuh semangat persaudaraan.

Dihadiri Pejabat Lintas Kabupaten

Acara penutupan dimulai pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

Para Forkopimda Kabupaten Gayo Lues beserta istri,

Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah beserta istri,

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah beserta istri,

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara beserta istri,

Wakil Ketua dan Anggota DPRK Gayo Lues,

Plt. Sekda Kabupaten Gayo Lues,

Para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kepala SKPK, dan Camat se-Kabupaten Gayo Lues,

serta unsur TNI–Polri, termasuk Danyonif TP 855/RD.

Kehadiran pejabat lintas daerah tersebut menambah kemeriahan acara, sekaligus mempertegas bahwa pacuan kuda tradisional bukan hanya olahraga rakyat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwilayah di dataran tinggi Gayo.

Warisan Budaya yang Terus Hidup

Dalam sambutannya, Bupati Gayo Lues Suhaidi, MPd, MSi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan even budaya ini.

Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pacuan kuda sebagai identitas budaya masyarakat Gayo.

“Pacu kuda bukan sekadar olahraga tradisional, tapi juga simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Gayo. Kita bangga karena even ini terus hidup dan menjadi daya tarik budaya yang luar biasa,” ujar Bupati Suhaidi di hadapan ribuan penonton.

Bupati Suhaidi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan budaya serupa di kabupaten tetangga.

“Ke depan, pada even pacuan kuda di Aceh Tengah maupun di Bener Meriah, pejabat dari Kabupaten Gayo Lues akan kita pastikan hadir. Ini bentuk dukungan kita terhadap pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan antar daerah,” tambahnya.

Foto istimewa

Meriah dan Penuh Sportivitas

Even pacuan kuda tahun ini berjalan meriah, aman, dan penuh sportivitas, berkat dukungan berbagai pihak mulai dari panitia, aparat keamanan, hingga masyarakat yang menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Ribuan pengunjung yang datang dari Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah tampak antusias menyaksikan setiap perlombaan hingga babak final.

Dengan berakhirnya Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues Tahun 2025, masyarakat berharap semangat sportivitas, persaudaraan, dan pelestarian budaya Gayo akan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

(Sulmi Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/