Ketua PC FSP KEP SPSI Kecam PHK Sepihak di PT.Yamaha Music.

Oplus_131072

Kabupaten Bekasi (BreakingIndonesiacom)

Ketua PC FSP KEP SPSI Kecam PHK Sepihak di PT Yamaha Music: “Penghinaan terhadap Buruh dan Kepala Daerah”

Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) kembali menggelar aksi unjuk rasa menentang pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap Ketua dan Sekretaris PUK SPEE FSPMI PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA).

Aksi ini berlangsung selama lima hari, dari 10 hingga 14 Maret 2025.

PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi turut merespons dugaan ketidakadilan ini dan, sebagai bentuk solidaritas, telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk mendukung perjuangan rekan-rekan dari FSPMI.

Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moch. Yusuf, SH, MH, mengatakan kepada media bahwa organisasinya merupakan bagian dari federasi buruh yang tergabung dalam Forum Aliansi Buruh Bekasi Melawan.

Ia mengecam tindakan Presiden Direktur PT YMMA, Nagata, yang dinilai telah mengingkari komitmen kepada FSPMI, khususnya PUK SPEE FSPMI PT YMMA.

Janji yang Dilanggar?

Menurut Moch. Yusuf, aksi unjuk rasa telah berlangsung sejak 28 Februari 2025 dan sempat dihentikan pada 6-7 Maret setelah adanya mediasi yang difasilitasi Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, serta anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Surohman.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Direktur PT YMMA berjanji mencabut surat PHK terhadap dua pengurus serikat pekerja.

Namun, pada 8 Maret 2025 dini hari, beredar informasi bahwa janji tersebut tidak ditepati. Surat PHK tetap berlaku, sehingga FSPMI memutuskan untuk kembali turun ke jalan mulai 10 Maret 2025.

Tuntutan Serius: Cabut PHK, Deportasi Presiden Direktur PT YMMA

PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi menilai keputusan PT YMMA bukan hanya pengingkaran terhadap hak pekerja, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap pemerintah daerah dan wakil rakyat Kabupaten Bekasi.

“Kami mendukung penuh perjuangan rekan-rekan FSPMI. Tuntutan kami kini tidak hanya sebatas pencabutan surat PHK dan pengembalian Ketua serta Sekretaris PUK SPEE FSPMI PT YMMA ke posisinya, tetapi juga meminta agar Presiden Direktur PT YMMA, Nagata, segera dideportasi dari Kabupaten Bekasi dan Indonesia,” tegas Moch. Yusuf, yang akrab disapa Bung Kuncir.

Ia pun menutup pernyataannya dengan seruan perlawanan terhadap ketidakadilan: “Maju terus, ora urus, yang penting lurus!”

( Haris Pranatha )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/