Kurang dari satu minggu lagi,umat Kristen akan merayakan Natal (25/12/2024) dan Tahun Baru.
Jakarta (BreakingIndonesiacom) Hari Natal merupakan perayaan hari kelahiran Yesus Kristus yang diperingati oleh umat Kristiani, jelang perayaan Natal, selalu muncul perbedaan pendapat oleh masyarakat terutama umat Islam tentang boleh atau tidak memberikan ucapan Selamat Natal. Pemberian ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani dilakukan sebagai bentuk toleransi antar agama. Perdebatan tentang hukum memberikan ucapan Natal ini masih sering terjadi setiap tahunnya bagi umat Muslim. Lalu apakah boleh memberikan ucapan selamat Natal bagi umat Islam?, seperti apa pendapat Quraish Shihab. Cendikiawan Ilmu Al Qur’an, Quraish Shihab, menjelaskan umat Muslim diperbolehkan untuk memberikan ucapan selamat Natal dan tahun Baru untuk umat Kristiani, dengan sebuah syarat. Seorang Muslim harus tetap menyakini bahwa Nabi Isa As adalah salah satu rasul Allah, bukan anak Allah. Umat Muslim juga tidak dapat mengubah akidah dengan memberikan ucapan tersebut. Menurut ayah dari jurnalis sekaligus figur publik, Najwa Shihab, itu ucapan selamat Natal itu sama saja seperti kita ikut bergembira bersama dengan umat Kristiani sehingga tidak ada larangan dalam agama Islam. Hal ini juga dijelaskan dalam Q,S Maryam ayat 33, yang bunyinya: Was-salamu’alayya yauma wulittu wa yauma amutu wa yauma ub’asu hayya . yang artinya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafat, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Prof Quraish Shihab juga menjelaskan kembali dalam surah Maryam ayat 33, “Salam sejahtera bagiku pada hari kelahiranku “menurut beliau, ungkapan ini pertama kali diucapkan oleh Isa As.