PT.Graha Dura Leidong Perima Mencakup 2 Kabupaten

Perumahan Perusahaan PT.GDLP. Divisi 3 PGE (Walet)

ASAHAN (BreakingIndonesia.com) Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Graha Dura Leidong Perima desa Sukarame Baru kecamatan Kualu Hulu kabupaten Labuhan Batu Utara provinsi Sumatera mancakupi hamparan -+ 8.43– ribu hektare dua kabupaten,(15//11/2025).

Dari hasil himpunan diketahui Perusahaan yang dibidang industri pertanian kelapa sawit tersebut, sedang mengalami adanya pematokan pemasangan plang dari Satgas PKH.

Pemasangan plang Satgas PKH sudah masuk beberapa bulan bahkan masuk satu tahun untuk sampai saat ini, penertiban Kehutanan dan dari pihak jajaran pemerintahan terus melakukan evakuasi hamparan yang masuk dalam kawasan hutan.

Dari hasil luasan hamparan yang dilakukan eksekusi oleh Satgas PKH kurang lebih seluas 5.100 hektare,dari jumlah luas 8.43,– ribu hektare.

Saat tim media Breaking news mengorek keterangan dari pihak BUMN Kamis 13 November 2025 di lokasi Mes(perumahan) HO , PT Graha Dura Leidong Perima, Desa Sukarame Baru 12:17 wib.

Keterangan eksekusi lahan dilakukan guna penertiban kawasan hutan milik PT.Graha Dura Leidong Perima,dan untuk saat ini dikelola oleh AGRINAS PALMA.

Saat ditanya awak media mengenai hasil produksi yang dikerjakan,” kemana akan di setor hasil produksi ini, pihak BUMN ,”hasil panen ini akan dibawa ke Sei Piring Asahan ,”Di Sei Piring dimana nya ?, BUMN : Saya juga belum tahu, “Loh Bapak tidak tahu?, BUMN : sebelumnya hasil buah dibawa ke Londut Aek Kanopan.

Awak media melakukan penelusuran ke lapangan guna mendapatkan informasi yang lebih lanjut, ketika ditemui karyawan yang mengaku dari Agrinas inisial (E.K) selaku mandor lapangan.

Inisial (E.K) memberikan keterangan , karyawan yang sedang bekerja untuk saat ini 73 orang dan 2 mandor yang mengarahkan bekerja ,”Berapa hasil tonase buah kelapa sawit yang dikeluarkan untuk dibawa untuk dijual, “media. (E.K) :” untuk 73 karyawan tonase buah yang dihasilkan mencapai kurang lebih 25 ton perhari.

“Siapa nama stap Manager dari Agrinas yang memberikan instruksi untuk bekerja di lapangan?,”tanya media.

“Yang mengarahkan kami untuk melakukan pemanen buah kelapa sawit Bapak Rizal Pane, ucap (E.K), “siapa Rizal Pane itu dan dimana dia tinggal,”tanya media. ” Beliau tinggal di perumahan Mes ( stap)
Graha Dura lama yang sudah dikosongkan.

Bisa dihubungi untuk bicara dengan Rizal Pane,”tanya media, ( E.K ) untuk itu datangi saja ke perumahan Mes agar bisa ketemu langsung dan orang enak kok untuk diajak ngobrol.

Setelah melakukan investigasi ke karyawan awak media kembali ke Mes perumahan HO PT Graha Dura, selanjutnya, sesampainya di sana awak media izin masuk ke area Mes ke pihak Security yang menjaga dan agar bisa di jumpai Manager Agrinas Rizal Pane.

“Sabar ya Pak saya telepon dulu Bapak Rizal Pane nya,” ucap Security. Setelah di telepon beberapa kali Rizal Pane tidak angkat telepon nya.

“Begini saja orang bapak bisa temui bapak Rizal malam hari biasanya beliau tidak kemana mana, selalu dirumah,”kata Security.

“Baiklah dan sampaikan kepada bapak Rizal Pane, bila dia pulang lebih cepat ,awak media akan mengikuti atau mengkawal mobil angkutan buah kelapa sawit sampai ke gudang penyetoran, “tegas media.

” Dan tolong sampaikan wartawan ingin wawancara untuk klarifikasi mengenai eksen pengerjaan pemanenan dan kemana hasil buah tonase disetor,” pungkas media.

Menelusuri jalan pulang kembali ke hamparan pertanian awak media sempat berhenti melihat Alat berat (Beco) sedang melakukan kegiatan 0prasional pencucian parit yang berlokasi di kawasan hutan kabupaten Asahan,(titik koordinat).

Dan melihat aktivitas mobil truk yang sedang mengangkut hasil panen dari kawasan hutan kabupaten Asahan,(koordinat aplikasi).

Di gali dari narasumber warga desa Rawa Sari Inisial ( H ) menjelaskan: ” Untuk perusahaan PT. Graha Dura Leidong Perima luas hamparan nya mencakup dua wilayah kabupaten , yakni kabupaten Asahan dan kabupaten Labuhan Batu Utara.

Dan, untuk luas hamparan yang berada di kabupaten Asahan sendiri mencapai kurang lebih 1.900 hektare,” ucap (H), kepada awak media.

Dan, sisanya dari 1.900 hektare yang berada di Asahan berada di labuan Batu Utara, untuk luas 1.900 hektare untuk saat ini , saya sendiri tahu masih dalam kawasan hutan lindung milik kabupaten Asahan,” pungkas (H).

Hasil investigasi ini awak media akan terus mengkawal dan mengali informasi lebih lanjut ke instansi pusat sampai ke BPN RI.

(Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/