Kotapinang (BreakingIndonesia.com) Di saat sebagian manusia masih menumpuk harta,zakat kembali hadir sebagai pengingat keras bahwa kekayaan sejatinya mengandung hak orang lain.
Ia bukan sekadar kewajiban ritual yang gugur di lisan,melainkan amanah ilahiah yang menuntut kejujuran,keberanian dan keberpihakan pada kaum lemah.
Melalui pengelolaan dana zakat,infak dan sedekah (ZIS) yang amanah dan bertanggung jawab,Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan menegaskan bahwa zakat adalah jalan keadilan sosial yang nyata—mengubah doa menjadi tindakan, dan harapan menjadi kenyataan.
Wajah ajaran itu tampak jelas pada Selasa (10/2/2026),ketika BAZNAS Labuhanbatu Selatan menyerahkan sebuah rumah layak huni kepada Amir Husin,warga Lingkungan Kampung Makmur,Kelurahan Kotapinang,Kecamatan Kotapinang.
Sebuah kunci rumah berpindah tangan,namun yang sesungguhnya berpindah adalah rasa aman, lmartabat dan harapan hidup yang lebih manusiawi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan sarat makna tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Camat Kotapinang,tokoh agama,tokoh masyarakat,unsur kepolisian, pimpinan BAZNAS Labusel,serta kepala lingkungan setempat.
Kehadiran lintas unsur ini menjadi pesan tegas bahwa zakat bukan kerja satu lembaga semata,melainkan ikhtiar kolektif umat dan negara dalam memerangi kemiskinan secara bermartabat.
Rumah layak huni tersebut dibangun dari dana zakat,infak dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS Republik Indonesia,lalu dikelola dan direalisasikan oleh BAZNAS Kabupaten Labuhanbatu Selatan hingga sampai kepada mustahik yang berhak.
Proses pembangunannya dimulai sejak akhir Desember 2025 melalui kick off project dan kini resmi diserahterimakan sebagai buah dari kesabaran,doa,serta kerja kolektif yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Dr.Awaluddin Habibi,MA,dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja BAZNAS Labusel.
Ia menegaskan bahwa zakat yang dikelola secara profesional dan amanah bukan hanya menunaikan perintah agama,tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
“Zakat bukan hanya membersihkan harta muzaki,tetapi menguatkan kehidupan mustahik.Ketika dikelola dengan benar,zakat menjadi jalan keberkahan yang menyentuh kebutuhan paling dasar umat,”tegas Awaluddin.
Ia juga menekankan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah dalam menghimpun dan menyalurkan zakat,termasuk zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kementerian Agama.
Kolaborasi ini,menurutnya,adalah wujud tanggung jawab moral negara untuk menghadirkan keadilan sosial yang berakar pada nilai-nilai agama.
Tokoh masyarakat Labuhanbatu Selatan,Muhammad Hasir (Marhan),turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi melalui program zakat.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong,karena dari situlah kekuatan umat dan keberkahan pembangunan lahir.
Sementara itu,Ketua BAZNAS Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Muhammad Yusuf Hasibuan,menegaskan bahwa penyerahan rumah layak huni ini adalah bukti konkret kehadiran zakat di tengah umat.
Pada kesempatan tersebut,BAZNAS juga menyalurkan zakat,infak dan sedekah dari ASN kepada 24 penerima manfaat,serta satu unit rumah layak huni bagi Amir Husin.
“Program rumah layak huni ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat.
Kami berharap rumah ini menjadi tempat tumbuhnya kehidupan yang lebih layak,tenteram dan penuh keberkahan,”ujar Muhammad Yusuf.
Ia juga mengungkapkan bahwa melalui komunikasi dengan BAZNAS pusat,Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperoleh bantuan empat unit rumah yang tersebar di KecamatanKotapinang,Silangkitang Torgamba dan Sungai Kanan.
Ke depan,BAZNAS Labusel telah mengusulkan 52 unit rumah tambahan,dengan harapan seluruhnya dapat terealisasi demi menjawab kebutuhan umat.
Di wajah Amir Husin,penerima manfaat,terpancar haru yang tak mampu disembunyikan.Dengan mata berkaca-kaca,ia mengucapkan syukur dan terima kasih.
Bagi keluarganya,rumah ini bukan sekadar bangunan berdinding dan beratap,melainkan simbol kehadiran Allah melalui tangan-tangan manusia yang amanah.
Dari Kampung Makmur,sebuah kunci rumah hari itu menjadi saksi bahwa zakat—ketika dikelola dengan jujur,digerakkan dengan hati dan disalurkan dengan tanggung jawab—mampu mengubah nasib,menegakkan kemanusiaan dan meneguhkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Di Bumi Santun Berkata,Bijak Berkarya, zakat kembali membuktikan dirinya sebagai cahaya yang menembus gelapnya ketimpangan sosial.(Jhon)












