Jakarta (BreakingIndonesia.com)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut bukan gagasan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa ide MBG telah dipikirkan Prabowo sejak sekitar tahun 2006, terutama sebagai upaya meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia dan menekan angka stunting.
“Program MBG merupakan ide Presiden Prabowo sejak sekitar tahun 2006,” kata Hashim saat memberikan sambutan dalam Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa, cabang organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), di Jakarta, (3/7/2026) .
Menurut Hashim, komitmen tersebut terus dibawa Prabowo dalam perjalanan politiknya.
Program MBG telah menjadi bagian dari janji kampanye sejak Pemilu 2009, kemudian kembali diusung pada Pilpres 2014, 2019, hingga 2024.
“Ini suatu janji kampanye Prabowo Subianto sejak tahun 2009, waktu dia masih calon wakil presiden, dilanjutkan tahun 2014 calon presiden, dilanjutkan 2019, dan dilanjutkan 2024.
Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak di Indonesia semuanya yang menghendaki akan dapat makanan bergizi gratis, supaya kondisi yang sangat-sangat berat, yaitu stunting bisa kita tanggulangi,” ujar Hashim.
Hashim menegaskan bahwa pemerintah bertekad melanjutkan program MBG hingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh sasaran, khususnya anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan asupan bergizi.
“Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil.
Kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi.
Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto, tidak akan berhenti, akan dilanjutkan,” kata Hashim.
Di sisi lain, Hashim juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program ini.
Ia mengakui adanya dugaan penyelewengan dan meminta kementerian, lembaga terkait, serta Srikandi Jaga Desa ikut mengawal implementasi MBG agar berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Program-program dengan tujuan mulia, tapi kalau pelaksanaannya implementasinya itu tidak diawasi dan dibina dengan baik, kita sudah lihat hasilnya bagaimana, ya,” tuturnya.
(Timred)












