Jaksa Agung Lantik 15 Kajati, Minta Perhatian Khusus Pada Kasus Besar

Foto istimewa

JAKARTA (BreakingIndonesia.com) Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (11/8/2026).

Sebanyak 34 pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 15 pejabat yang dipercaya menjabat sebagai Kajati di sejumlah wilayah di Indonesia.

Adapun para pejabat yang dilantik yakni:

1.Dr. Siswanto, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.

2.Dr. Supardi, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset.
3.Hendrizal Husin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

4.Sufari, S.H., M.Hum. sebagai Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

5.Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

6.Dr. Sutikno, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta.

7.Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

8.Dr. Sila Haholongan, S.H., M.Hum. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

9.Jehezkiel Devy Sudarso, S.H., C.N. sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

10.Bernadeta Maria Erna Elastiyani, S.H., M.H. sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

11.I Gde Ngurah Sriada, S.H., M.H. sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

12.I Putu Gede Astawa, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

13.Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

14.Herry Hermanus Horo, S.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

15.Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

16.Dr. Transiswara Adhi, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

17.Dr. RD Teguh Darmawan, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

18.Sri Kuncoro, S.H., M.Si. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta.

19.Yudi Triadi, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset.

20.Tiyas Widiarto, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset.

21.Basuki Sukardjono, S.H., M.H. sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.

22.Arief Sudihar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

23.Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

24.Dr. Muslikhuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Strategi, Kebijakan Penegakan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

25.Sukarman Sumarinton, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

26.Sugiyanta, S.H., M.H. sebagai Direktur E pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.

27.Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H. sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

28.Anton Delianto, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

29.Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.

30.Erich Folanda, S.H., M.Hum.

sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

31.Syarief Sulaeman Nahdi, S.H., M.H. sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

32.Asep Sontani Sunarya, S.H., CN. sebagai Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

33.Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.

34.Dr. Bima Suprayoga, S.H., M.Hum. sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Usai melantik dan memimpin pengambilan sumpah, ST Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang mendapatkan amanah baru.

Ia mengatakan seluruh pejabat yang ditunjuk merupakan insan terbaik Adhyaksa yang telah melalui proses kajian mendalam, pertimbangan matang, serta penilaian secara objektif.

Burhanuddin menjelaskan, rotasi, mutasi, dan promosi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat manajemen karier pegawai.

Kebijakan itu juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja guna mewujudkan rencana kerja, visi, dan misi Kejaksaan.

“Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas.

Dan loyalitas,” ujar ST Burhanuddin saat menyampaikan amanat dalam pelantikan di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Dalam amanatnya, Burhanuddin turut menyoroti dinamika organisasi yang tengah dihadapi lingkungan Kejaksaan.

Menurutnya, pelantikan kali ini menjadi momentum istimewa karena berlangsung ketika Kejaksaan sedang berada dalam masa ujian, bukan dalam kondisi tengah mendapatkan pujian.

Burhanuddin menginstruksikan seluruh pejabat baru untuk bekerja dengan tenaga, pikiran, dan kemampuan terbaik.

Hal itu ditekankan agar seluruh insan Adhyaksa dapat memulihkan marwah institusi sekaligus memperkuat kembali kepercayaan publik.

“Berikan perhatian serius terhadap penanganan perkara-perkara yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas, maupun perkara yang berdampak besar terhadap keuangan dan perekonomian negara,” ucap Burhanuddin.

Ia juga meminta para Kajati dan Kejaksaan Negeri mengambil peran dalam menangani perkara-perkara korupsi strategis secara profesional dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, penanganan perkara korupsi diharapkan dapat dilakukan secara merata dan tidak hanya terpusat di Kejaksaan Agung.

Burhanuddin juga mengingatkan bahwa perhatian masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan saat ini sangat besar.

Karena itu, seluruh insan Adhyaksa diminta menjaga integritas serta menghindari segala bentuk perbuatan tercela yang dapat mencederai nama baik institusi.

“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Jaksa Agung.

Pada kesempatan tersebut, Burhanuddin mengarahkan para Kajati untuk segera beradaptasi serta mengidentifikasi dinamika permasalahan di wilayah kerja masing-masing secara cepat, tepat, dan proporsional.

Ia menegaskan, penegakan hukum di daerah harus dilaksanakan secara senyap, tenang, terukur, dan tanpa menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif.

“Para Kajati merupakan cerminan dan representasi institusi Kejaksaan di daerah,” ujarnya.

Burhanuddin juga menginstruksikan para Kajati membangun sinergi yang solid dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas wilayah tanpa mengorbankan independensi institusi.

“Transparansi publik juga harus diperkuat melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkelanjutan.

Dari sisi internal, pengawasan melekat (waskat) wajib ditingkatkan secara ketat agar tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang.

Dan setiap indikasi pelanggaran harus ditindak tegas secara berjenjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutur Burhanuddin.

“Para pejabat di daerah pun dituntut untuk senantiasa menjaga keteladanan integritas diri serta keluarga melalui pola hidup yang sederhana, tegas, dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara itu, kepada para pejabat Eselon II, Jaksa Agung menginstruksikan agar segera mempelajari dan menguasai seluruh tugas, fungsi, serta kewenangan baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Para pejabat Eselon II juga diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja di satuan kerja masing-masing.

“Seluruh jajaran Eselon II diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis Kejaksaan dengan senantiasa berpedoman pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” terangnya.

Jaksa Agung turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas pengabdian dan jasa-jasa mereka selama bertugas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para istri pengurus Ikatan Adhyaksa Dharma Karini atas kesetiaan dan dukungan yang diberikan.

“Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala.

Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah, setiap Amanah yang kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Prof Pujiyono Suwadi, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Prof Asep N. Mulyana, para Jaksa Agung Muda, para Kepala Badan, para Staf Ahli Jaksa Agung, Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung Barita Simanjuntak, serta Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharma Karini beserta segenap pengurus dan jajaran pejabat Eselon II Kejaksaan Agung.

(Timred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *