Deli Serdang (BreakingIndonesia.com)
Ratusan warga dari dua desa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Senin (27/7/2026).
Massa membentangkan spanduk, menyampaikan orasi, serta sempat memblokade akses jalan di depan kompleks perkantoran untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa berasal dari Desa Tanjung Purba, Kecamatan Bangun Purba, dan Desa Patumbukan, Kecamatan Galang.
Kedua kelompok warga membawa tuntutan yang berbeda, namun sama-sama meminta pemerintah daerah menindaklanjuti dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa.
Warga Desa Tanjung Purba mendesak Bupati Deli Serdang mengambil tindakan terhadap kepala desa yang mereka duga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa, termasuk anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya senilai sekitar Rp1,8 miliar.
Massa juga menuding adanya praktik yang dinilai tidak transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Sementara itu, warga Desa Patumbukan meminta dugaan penyelewengan dana koperasi desa senilai sekitar Rp1,4 miliar diusut secara menyeluruh.
Mereka juga meminta pemerintah menelusuri kerja sama antara desa dengan PT Serdang Tengah serta mengembalikan hak-hak masyarakat apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Inspektorat dan Satpol PP menerima aspirasi para pengunjuk rasa.
Pemerintah meminta warga menyerahkan laporan beserta data atau temuan yang dimiliki sebagai bahan tindak lanjut dan pemeriksaan.
Dalam aksi tersebut sempat terjadi perdebatan antara massa dengan petugas karena para pengunjuk rasa menginginkan Bupati atau pejabat yang berwenang hadir langsung menemui mereka.
Massa bahkan menyatakan akan tetap bertahan di lokasi apabila tidak ada keputusan atau langkah konkret dari pemerintah daerah terkait tuntutan yang disampaikan.
Aksi unjuk rasa berlangsung di bawah pengamanan personel gabungan dari Satpol PP dan Kepolisian.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Kantor Bupati Deli Serdang tetap dapat dikendalikan dan berlangsung kondusif.
(Timred)












