Labuan Batu Utara, Sukarame (BreakingIndonesia.com)
Kepala Desa Sukarame Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara Sumatera Utara Jalaluddin S.Ag diduga enggan memberi tandatangan pada surat pendirian Kelompok Tani.
Dimana Kelompok Tani yang memiliki nama KTH Shorea Lestari Sukarame Kualuh Hulu telah berdiri sejak Tahun 2012.
Dari warga salah satu anggota Kelompok Tani menyebutkan kepada media ini, bahwa sudah berkali pihaknya dengan Pemerintah Desa Sukarame untuk mengajukan “restu” dari Kepala desa melalui tandatangan dan stempel Pemerintahan Desa sebagai persyaratan untuk melengkapi berkas permohonan pendirian kelompok tani.
Namun hingga saat ini tidak digubris dengan alasan “tunggu dulu” entah sampai kapan.
Adapun alasan masyarakat (Kelompok tani) menuntut kebijakan dan dukungan dari Kepala Desa Sukarame agar menandatangani berkas persyaratan mendirikan kelompok tani.
Dikarenakan kelompok tani sudah pernah bertemu dalam salah satu acara yang diprakarsai oleh Kepala Desa Sukarame Jalaluddin S.Ag untuk membicarakan regulasi pendirian Kelompok Tani Hutan yang turut hadir langsung pihak UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah III pada 23 Desember 2024 di Aula Kantor Desa Sukarame Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara.
Saat di temui dikantornya pada Rabu (14/10) Kepala Desa Sukarame Jalaluddin S.Ag kepada media menyampaikan “jangan ada dulu pertanyaan-pertanyaan ya” sambil pergi menuju ruangan aula kantor Desa untuk mengikuti acara rapat.
Dari salah satu anggota kelompok Tani KTH (Kelompok Tani Hutan ) Shorea Lestari Sukarame Kualuh Hulu menyampaikan kepada media ini walaupun tindakan Kepala Desa ” yang ragu dan bimbang ” untuk menandatangani berkas-berkas yang sudah kami persiapkan
kami hanya berharap janganlah sampai di tahun depan 2026.
Agar kami tahu apa alasan dari Kepala Desa sebab kelompok tani Hutan Shorea Lestari sejak didirikan tidak pernah melakukan pengurasakan lahan, ataupun menyerobot lahan orang dan murni dibentuk untuk menyambung hidup ratusan orang sebagai petani yang tidak memiliki lahan di Desa Sukarame.” ujar yang tidak mau disebut namanya.(M.Sihombing)












