JAKARTA (BreakingIndonesia.com) Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak melaksanakan sholat Idul Adha di Indonesia seperti tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam Konferensi Pers Persiapan Idul Adha di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5/2026).
Menurut Juri, Presiden Prabowo telah berangkat ke Prancis untuk kunjungan kerja pada Senin malam (25/5/2026).
“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis.
Jadi tentu akan menyesuaikan karena pas hari Rabu masih di sana,” ujar Juri.
Juri mengatakan pelaksanaan ibadah Idul Adha Presiden akan disesuaikan dengan agenda selama berada di Prancis.
“Jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” lanjutnya.
Terkait agenda lengkap Presiden selama berada di Prancis, Juri menyebut penjelasan lebih rinci akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Meski tidak melaksanakan sholat Idul Adha di Indonesia, Prabowo dipastikan tetap melaksanakan kurban sebanyak 1.098 ekor sapi.
Sebanyak 598 sapi akan dibagikan ke 552 daerah yang terdiri dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Sementara itu, 500 sapi lainnya akan diberikan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
“Jadi untuk daerah ada 598 sapi dan untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga pendidikan, tokok-tokoh masyarakat ada 500 sapi. Seluruhnya total 1.098 ekor sapi,” terang Juri.
Juri menegaskan seluruh sapi kurban tersebut berasal dari peternak lokal.
Menurutnya, Presiden memiliki komitmen untuk mendukung peternak lokal agar dapat menikmati momentum Idul Adha.
Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan menjadi dukungan bagi pengembangan industri peternakan nasional dan pemenuhan kebutuhan pangan, khususnya daging sapi.
Terkait anggaran, Juri menyebut pembiayaan kurban bersumber dari APBN melalui anggaran bantuan presiden dengan nilai mencapai Rp100 miliar.
“Harga sapi tentu bervariasi juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita sesuiakan harganya di setiap daerah, kurang lebih total anggaran yang dikeluarkan Rp 100 miliar,” tegas Juri.
(Timred)












