Wafatnya Warga Sukarame, Louis David Hutabarat Diduga Motif Dendam

Foto istimewa

Sumut Sukarame (BreakingIndonesia.com)
Peristiwa wafatnya warga desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara Almarhum Louis David Hutabarat (33) Petani yang sangat gempar di sekitar Kec Kualuh Hulu pada Selasa (16/6) sekira pukul 16.00 WIB di duga motifnya dendam.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Kab Labuhanbatu Utara Dr Poaradda Nababan Sp. B sangat memberi perhatian dalam peristiwa ini yang awalnya diketahui melalui berbagai informasi baik melalui media sosial.

Dan dari berbagai informasi dari masyarakat langsung bahwa adanya warga seorang petani menghembuskan napas terakhir dengan tidak wajar akibat dugaan di aniaya oleh 2 oknum pelaku diantaranya mantan anggota TNI dan anggota TNI.

Kemudian Usai jenazah tiba di rumah duka alamat Dusun Tapian Nauli Desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara pada Rabu (17/6) sekira pukul 21.00 WIB.

Ketua DPC PDI-Perjuangan bersama salah satu pengurus DPC langsung berkunjung ke rumah duka untuk melayat dan menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban.

Foto istimewa

Saat Poaradda didampingi pengurus DPC menyempatkan diri bercengkrama dengan masyarakat yang hadir yang menyampaikan bahwa Poaradda juga ikut prihatin dan sangat menyesalkan kenapa hal ini terjadi.

Dan saat Poaradda menyampaikan duka yang dalam sambil bercengkrama dengan salah satu keluarga korban tepatnya mertua Alm LDH R. Nainggolan (60) langsung menyampaikan sekilas kronologis meninggalnya menantunya yang sehari-harinya bekerja mengepul BTS dari petani kelapa sawit di dusun Lubuk pinang Desa Sukarame .

Pada Selasa (16/6) seperti biasa Alm LDH beserta isterinya dan anggota kerja berangkat dari rumah menuju lahan perkebunan kelapa sawit menggunakan truk cold diesel dan beberapa kenderaan roda dua sekira pukul 09.00 WIB.

Dan pada hari itu juga pada sekira pukul 16.00 WIB R.Nainggolan tiba-tiba mendapat informasi dari anaknya (isteri korban) melalui sambungan seluler bahwa alm LDH telah tewas mengenaskan tepatnya di pinggir jalan di areal perkebunan dusun Lubuk Pinang.

Namun dan ternyata pada saat itu juga masyarakat sudah ada melihat dan mengetahui bahwa alm LDH sudah terbujur kaku dan dipastikan sudah meninggal dunia.

Atas informasi dari saksi yang melihat meninggalnya Alm LDH diduga akibat penganiayaan yang dilakukan 2 orang yang diketahui status pelaku merupakan pengawas mandor di PT Agrinas Palma Nusantara yang bertempat di Desa Sukarame Baru dengan leher tercekek.

Maka puluhan masyarakat berusaha mengejar para pelaku kearah kantor PT Agrinas Palma Nusantara yang persis berdampingan dengan kantor PT GLP.

Saat masyarakat tiba di kantor PT Agrinas Palma Nusantara Nusantara para diduga pelaku telah melarikan diri dengan menggunakan kenderaan roda empat jenis mini bus warna merah dengan sangat kencang menuju arah Aek Kanopan.

Dan sambil berteriak-teriak masyarakat melakukan pengejaran dengan menggunakan beberapa sepeda motor agar kenderaan yang digunakan diduga pelaku penganiayaan dan pembunuhan berhenti.

Dan diketahui didalam kenderaan tersebut sebanyak 4 orang. Dan akhirnya tidak bertemu dan diketahui para diduga pelaku penganiayaan dan pembunuhan telah menyerahkan diri ke Mapolsek Kualuh Hulu di Aek Kanopan.

Foto istimewa

Selanjutnya R. Nainggolan langsung ke Mapolsek Kualuh Hulu di Aek Kanopan untuk membuat laporan adanya penganiayaan yang dialami menantunya.

Dan atas laporan tersebut sekira pukul 19.00 WIB pihak Kepolisian langsung ke TKP untuk lakukan olah TKP. Usai olah TKP sekira pukul 22.00 WIB jenazah Alm LDH di rujuk ke RSU Rantoprapat untuk di Autopsi.

Kemudian dalam perbincangan yang penuh dengan kekeluargaan antara Ketua DPC PDI-Perjuangan Kab Labuhanbatu Utara Dr Poaradda Nababan Sp. B dengan mertua alm R. Nainggolan disampaikan bahwa Alm LDH dengan inisial BD bukan pertama ini diantara mereka saling bertengkar dan pernah baku hantam.

Pertama inisial BD pernah melakukan pemukulan kepada keponakan R. Nainggolan dilokasi areal perkebunan lubuk pinang. Dan saat itu pihak R. Nainggolan tidak melakukan perlawanan untuk mencegah agar persoalan tidak berkepanjangan.

Selanjutnya R.Nainggolan menyampaikan di depan Poaradda sekira “satu minggu (tidak ingat harinya) sebelum Alm menantunya menemui ajal Alm LDH dengan inisial BD pernah berseteru hingga pertengkaran dan saling pukul diantara mereka dilengkapi bukti visual dilokasi yang sama.

Dan pertengkaran itu tidak sampai berkepanjangan karena selanjutnya Alm LDH masih terlihat melakukan aktifitasnya sehari-hari tanpa ada ganjalan apapun.

Tetapi pada hari Selasa (16/6) menurut saksi juga korban saat Alm LDH bersama 3 orang anggotanya bergerak hendak mengarah kearah jalan pulang menggunakan kenderaan roda dua (komfoi).

Saat ditengah jalan tiba-tiba ada kenderaan roda 2 sebanyak 2 unit dari arah depan dengan kecepatan agak kencang dan langsung hendak menabrak Alm beserta temannya yang dibonceng.

Namun dengan sigap Alm LDH mengelak sepeda motornya kearah kanan untuk menghindar dari tabrakan sepeda motor tersebut.

Dan tidak diduga muncul satu sepeda motor yang yang diketahui dikemudikan B sendiri dari depan, dan sepeda motor tersebut langsung menabrak sepeda motor Alm LDH sehingga kedua sepeda motor terjatuh .

Dan selanjutnya Alm LDH lari meninggalkan sepeda motornya dan sekira jarak kurang lebih 50 m Alm LDH sudah tergeletak sedang posisi tergeletak karena terjatuh akibat ditarik dari belakang saat berlari oleh diduga si pelaku B.

Selanjutnya menurut saksi di duga pelaku si B langsung mencekek (puting) leher Alm LDH dari belakang sambil si B duduk dipunggung Alm LDH.

Kemudian Alm LDH memohon kepada temannya yang di bocengnya tersebut sambil melemparkan HP milik Alm LDH untuk menghubungi isteri Alm LDH.

Namun saat ditangan temannya tersebut HP tidak bisa dibuka karena menggunakan pasword (kode batang) sehingga temannya melempar kembali HP tersebut ke Alm LDH .

Lalu Alm LDH walaupun posisi leher masih di cekek berusaha berteriak agar didengar temannya yang mengucapkan “panggil kakakmu’.

Itulah sampai akhirnya Menantu saya meninggal dunia (menunjukkan raut wajah sedih) dan kuat dugaan saya bahwa menantu saya meninggal dunia dari awal sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua orang diduga pelaku penganiayaan dan pembunuhan karena ada kekecewaan dan dendam di hati mereka ujar R.Nainggolan di hadapan Poaradda.

Saat Ketua DPC PDI-Perjuangan Kab Labuhanbatu Utara Poaradda menyampaikan harapan dan tujuan kedepannya.

” Kami keluarga besar Alm LDH sangat berharap kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan ini terbuka seterang-terangnya dan bagi dugaan pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan untuk kedepannya kiranya jangan terjadi lagi dialami masyarakat seperti kematian yang dialami menantu saya ujar R. Nainggolan. (Marganda Sihombing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor